yhadee becomes programmer

Programmer!... satu dedikasi level dua dalam peringkat skill sebuah sirkuit tekhnologi komputer masa depan, menghimpun serangkaian kode program yang dapat menggerakkan sebuah perangkat mesin keras sesuai dengan perintah yang diinginkan...

Kedengarannya memang menyenangkan, tapi untuk bisa melakukan semua itu butuh ruang yang cukup besar dalam otak sebagai penampung logika dan rentetan kode yang terdiri dari ribuan atau bahkan mungkin juta'an kata...

Waktu dulu aku di SMU... tak pernah sedikitpun terfikir dalam benakkku untuk mengenal atau bahkan menjadikan tekhnologi komputer sebagai media ilmu yang berpengaruh besar dalam hidupku seperti sekarang...

Di ekstrakulikuler SMU dulu, aku mulai belajar dari DOS sebagai dasar ilmu komputer, kemudian WS sebagai pelengkap dalam pembuatan surat-menyurat dan Lotus 123 sebagai materi tambahan untuk menghitung angka-angka... ketiganya itu tidak berlangsung lama dan hanya berjalan beberapa bulan saja, tapi dengan waktu yang sedikit itu membuatku semakin tertarik dan berusaha untuk mengenal lebih dalam lagi meski hanya dengan membaca sebuah modul tanpa duduk langsung didepan komputer... membeli buku panduan penggunaan komputer dasar adalah sebuah solusiku untuk belajar secara mandiri tanpa bimbingan seorang guru...

Waktu terus berjalan dan sedikit demi sedikit pengetahuanku tentang komputer semakin bertambah meski perlahan, kulanjutkan dengan mulai mengenal Windows yang jauh lebih menarik dibanding DOS yang bertuliskan putih diatas gelap, Microsoft Word sebagai pengganti WS yang dulu aku pelajari di DOS dan Excel membuatku jauh dari Lotus 123...

Windows membuatku semakin menyatu dengan komputer, lalu kubaca sebuah buku tentang level programmer yang bisa membuat sebuah program sendiri, dari situ harapan baru mulai muncul dan keinginanku beralih menjadi seorang programmer... kupesan sebuah buku pemrogramman yang berlabel dBase III Plus pada ayahku, seminggu kutunggu dan buku itu datang bersama ayahku...

Buku itu kubaca tiap hari dan sesekali ku praktekkan langsung di layar komputer, bad command, syntax error atau pesan kesalahan lainnya banyak muncul seiring bertambahnya kode program yang kutulis... wajar memang! dan itu membuatku semakin jeli dalam memahami setiap baris kode yang ada dalam buku yang saya baca...

dBase III Plus bukan satu-satunya bahasa pemrogramman yang aku pelajari, untuk membandingkan tingkat kesulitan kode diantara beberapa bahasa pemrogramman yang ada, aku mencoba beralih ke Visual Foxpro, Visual Basic, Pascal, Cobol dan bahasa pemrogramman lainnya yang mungkin lebih mudah dipelajari dan dengan hasil yang lebih objektif...

Dari sekian banyak bahasa pemrogramman yang aku pelajari, pilihan terbaik yang aku ambil adalah Visual Basic, kenapa!... kode Visual basic lebih simpel dan tidak memerlukan banyak memori untuk mengingat rangkaian kode yang ada, objek Visual Basic lebih menarik dan lebih luas aksesnya dalam flatform Windows serta banyak alasan lain yang membuatku jatuh hati pada Visual Basic...

Puji syukur kupanjatkan kehadirat Alloh yang telah memberiku karunia ilmu yang bermanfa'at untukku pribadi dan orang lain, dengan Visual Basic aku telah menyumbangkan beberapa karya pribadiku untuk banyak orang...

Alhamdulillahi Robbil'aalamiin...

0 kata kamu: