pengen pergi haji

Islam berdiri diatas lima pilar berharga, syahadat sebagai bukti kesaksian diri kepada Alloh dan utusannya, shalat sebagai pengikat hubungan manusia dengan sang Rabb, puasa sebagai pengorbanan cinta kepada sang pencipta, kemudian zakat sebagai ungkapan syukur atas karunia yang tuhan berikan dan terakhir haji sebagai pengingat manusia akan akherat yang Alloh janjikan. kesemuanya itu harus terpenuhi jika kita menginginkan kesempurna'an diri sebagai seorang muslim sejati, shalat saja tidak cukup jika kita tidak bisa menahan diri dan nafsu dan hasrat dunia yang dibentengi dengan nilai puasa, kita juga masih disebut manusia yang mendustakan agama, jika kelebihan harta yang kita miliki tidak kita karuniakan kepada kaum lemah yang tak berdaya, lalu bagaimana halnya dengan ibadah haji!... haruskah kita memaksakan diri untuk melakukan kewajiban terakhir yang Alloh perintahkan ini, jawabanya sudah tertulis dalam catatan firman-Nya...

Alloh maha pemurah dan paling bijak dalam menentukan sebuah keputusan, Alloh berfirman "Haji diwajibkan untuk orang yang mampu...", kenapa tidak menyebutkan "Haji diwajibkan untuk orang yang kaya...". Kaya tidak menjamin seseorang mampu untuk menunaikan ibadah haji dan sebaliknya, miskin bukan berarti dia tidak diberi kemampuan untuk bisa pergi menuju baitullah untuk berhaji. Banyak orang kaya yang cukup bekal untuk pergi berhaji, tapi Alloh tidak memberikan dia kemampuan dan keikhlasan hati untuk menggunakan harta mereka untuk bekal haji, dan sebaliknya Alloh mentakdirkan seseorang sampai ke padang arafah untuk berhaji meski dia tak punya bekal harta...

Imam Ghazali berkata "Ketahuilah bahwa panggilan haji adalah kepahaman, yakni tentang kedudukan haji dalam agama, kemudian kerinduan kepadanya, kemudian ber-azzam (keinginan yang kuat) untuk melakukannya, kemudian memutuskan berbagai halangannya, kemudian memiliki pakaian ihrom, kemudian mempersiapkan bekal dan kendara'an, kemudian berangkat dan menyempurnakan berbagai amalannya"

Saya pengen pergi haji... kerinduan itu datang seketika pada sa'at yang tidak pernah saya duga, tiba-tiba saja keinginan itu hadir dan dengan cepatnya pilihan hidup ini saya ambil demi menyempurnakan agama yang belum semuanya saya penuhi, kutinggalkan keluarga yang kucinta, kutinggalkan pekerjaan yang kupunya dan kutinggalkan semua orang yang setiap sa'at selalu ada...

Saya memang dilahirkan dari keluarga sederhana dan hanya karunia iman dalam hati yang saya punya, saya tidak pernah bermimpi tuk dapat banyak harta lalu berkata "Kalo nanti saya punya banyak harta, saya mau pergi haji...", lalu seandainya kelak saya punya banyak harta, apakah saya masih ingat janji yang dulu saya ucapkan untuk pergi haji... mungkin jawabanya "Nanti aja kalau ada harta lebih!...", lalu sampai kapan saya menunggu sa'atnya untuk pergi haji!...

Alloh maha tau dan takdir setiap orang memang sudah tertulis pasti, Alloh maha benar dan saya percaya janji-Nya tidak akan pernah ingkar... kudengar kata "Tidak ada pahala untuk haji mabrur kecuali surga..." Mungkinkah saya bisa pergi haji dengan sisa usia yang saya punya dan mendapatkan surga yang Alloh janjikan itu...

Wallohu a'lam bissowab...

0 kata kamu: