nyiapin bekal haji..

dengan ketulusan niat dan harap penuh akan ridho Alloh yang telah memberi saya karunia serta nikmat yang agung.. dengan tekad mulia dan keyakinan akan surga Alloh yang ada diluar sana..

dengan ucapan : بسم الله الرحمن الرحيم sebagai awal pembuka niat dan لاحول ولاقوةالاباالله العلىالعظيم sebagai pondasi spirit yang menguatkan niat dan tekad..

bulan dzulhijjah segera datang dan alhamdulillah Alloh masih memberi saya umur sampai sa'at ini, masih teringat bulan dzulhijjah setahun yang lalu ketika melihat tayangan perjalanan ibadah haji di televisi, terharu, mengucap do'a dan berharap Alloh mengijinkan saya untuk bisa menunaikan ibadah haji juga seperti mereka, iri hati rasanya melihat mereka yang berkerumun, berkumpul berbalutkan kain ihrom putih diatas hamparan tanah haram disekeliling baitullah, ingin menangis, tapi air mata tidak cukup kuat untuk menembus syaraf, ingin melangkah kesana, namun kaki belum mampu mengayun jauh kesana, hanya do'a dan asa yang keluar dari hati sepanjang berdiam duduk dikursi menyaksikan tayangan televisi itu..

hari ini.. saya sedang mulai menyiapkan bekal buat haji nanti, berbagai perlengkapan harus saya siapkan sebaik mungkin, fisik, mental, finansial dan juga hati harus terpenuhi, meskipun nanti ada hal-hal yang mungkin mengganjal ditengah jalan, tapi saya yakin bahwa Alloh akan memberi saya jalan keluarnya. bekal yang harus saya siapkan itu..

*hati, of course.. karena haji bukanlah perjalanan hiburan, bukan tour keliling dan bukan pula rekreasi, saya ingin membersihkan dulu hati dari prakara duniawi, menyempurnakan baca'an al-qur'an, menahan diri dari nafsu munkar, menutup mata dari pandangan dosa, menahan mulut dari ungkapan hasud dan menjaga anggota badan dari tindak maksiat.

*do'a, itu penting.. finansial saja tidak cukup tanpa dibarengi do'a, memohon pada Alloh dan prasangka baik akan niat yang sedang dibangun.

*cuti kerja, minta izin ke boss, mungkin untuk beberapa minggu saja, waktu buat nyiapin, hari H dan istirahat sepulang haji nanti.

*finansial, buat biaya perjalanan haji, belanja bekal, pakaian, sandal jepit jangan lupa!, dan selimut tebal kalo-kalo musim dingin tiba.

*persyaratan, ngurus surat-surat perjalanan haji ke lembaga atau kantor urusan haji yang legal, punya kredibilitas yang jelas dan memberi pelayanan optimal, coz tidak ingin terlantar nanti disana seperti pengalaman sebagian jema'ah haji yang sudah-sudah.

*belajar manasik, membaca panduan ibadah haji yang baik dan benar, memahami arti dan maksud dari setiap rangkaian pelaksana'an ibadah tersebut, membaca cerita dan pengalaman haji orang-orang yang sudah pernah berhaji, mencari hikmah dan pelajaran yang didapat semasa dan sepulang haji.

*fisik, bukan hanya fisik saja, tapi mental juga dibutuhkan semasa haji, harus rela berdesak-desakan diantara juta'an manusia dan harus ikhlas tidur didalam tenda atau bahkan mandi keringat dibawah panasnya terik matahari, insyaalloh.. saya ikhlas!, karena begitulah ujiannya..

*izin orang tua, jalan akan terasa lapang bersama ridho ibu-bapak, memohon ma'af atas segala dosa kepada mereka dan memohon izin keberangkatan menuju arafah, ibu.. bapak.. izinkan saya untuk pergi haji!.. do'akan dan beri saya keberkahan dari haji yang saya tunaikan.. semoga mendapat haji mabrur.. amiiin..

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ

“antara satu umrah dengan umrah berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada di antara keduanya, dan haji mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Muslim).

0 kata kamu: