ini bukan perang dunia kedua, ini bukan perang dizaman adolf hitler yang populer dengan sebutan perang dingin, ini juga bukan ladang pembantaian nyawa manusia yang tak berdosa, tapi ini adalah ajang penebusan dosa manusia dihamparan miniatur alam mahsyar dunia.
sa'at ini, pergantian cuaca di timur tengah khususnya di saudi arabia mulai terasa, dingin, menggigil dan menusuk dada, keada'an itu mulai nampak sa'at keluar dari rumah malam hari, terlebih lagi dipagi hari dan bahkan dibawah terik matahari pun, udara masih tetap terasa dingin.
"SubhanAllah... Maha Suci Alloh yang telah menciptakan ini semua, tiada daya dan kekuatan yang kami punya, kecuali dengan kekuatan-Mu ya Alloh...".
bagi jema'ah haji yang berasal dari eropa, asia utara atau amerika, mungkin musim dingin sudah terbiasa dan tidak menjadi masalah, tapi bagi saya pribadi, keada'an ini adalah satu fenomena yang membutuhkan kesiapan fisik berlapis baja.
setiap tahun, musim haji selalu bergilir lima belas hari lebih cepat dikarenakan perbeda'an kalender hijriyah dan masehi, setahun yang lalu, hari haji jatuh diakhir bulan desember (2006), sedangkan tahun ini hari haji akan ada dipertengahan bulan desember (2007), hal ini yang menyebabkan musim haji selalu berubah seiring dengan pergantian cuaca, tahun ini dingin dan tahun seterusnya akan berganti panas.
pneumonia, hidung berdarah dan tenggorokan sakit adalah bagian yang akan menyelimuti jema'ah haji disa'at musim dingin itu datang, berbekal selimut tebal saja tidak cukup tanpa bekal hati dan keikhlasan untuk menempuh itu semua, bayangkan saja.. ketika jema'ah harus menempuh perjalanan dari mina menuju arafah dipagi hari sa'at udara dingin menusuk dada, tidak berselimut dan juga tidak berpakaian tebal, hanya dua helai kain ihrom yang cukup tipis sebagai pelindung kulit dari cuaca dingin...
"Allohu Akbar!.. Alloh Maha Besar, hanya Engkaulah pemilik segala kesempurna'an, tiada membutuhkan apapun dari apapun juga.. lindungi kami untuk menempuh jalan menuju ridhoMu.."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 kata kamu:
Posting Komentar