yhadee, ka'bah and raudah

Waktu demi waktu ku jalani masa dalam penjara rindu, hari demi hari kunikmati ruang hampa tanpa cinta menemani, masa demi masa kan kutempuhi meski hati terbelenggu laksana bernafas tanpa udara… namun, itu semua tidak akan bisa menghalangi langkah dan asa tuk gapai ridho dan surga Alloh yang jauh disana…

Hanya kata yang dapat kuungkap dari satu lubuk hati yang tulus tuk tetap menjaga keutuhan sebuah niat mulia, berjuta rintangan selalu datang dimana jiwa terasuk emosi tak terhingga… namun, satu keimanan yang tertanam dalam nurani tuk selalu tegar dalam menerima semua kuasa Alloh yang ditakdirkan... Sa'at malam datang, hati berharap pagi kan segera menjelang… Sa’at pagi hilang, kadang hati mengeluh dan bertanya “Akankah kutemui kembali masa indah dulu yang pernah hilang?”… Hari yang lelah membuat semua rasa tiada warna dan malam yang letih membuat hari seakan tak bertepi… Angan terbang menembus dinding ruang membawa hati melayang menerjang awan tak tentu arah… namun, mimpi indah laksana embun pagi yang jatuh menimpa dasar hati, menyapu semua kesah yang melekat dan menghantui diri…

Satu impian bahagia dalam ridho Alloh yang ingin digapai dengan semua pengorbanan jiwa, masa dan raga, satu kehidupan abadi dalam syurga nan indah berhiaskan permata beralaskan permadani nan sejuk dipandang mata… Semoga Alloh menuliskan kuasanya seraya mengutus syurga itu tuk menjemputku diakhir masa…

Ka’bah yang mulia… dengan izin Alloh aku telah sampai dan bersujud dihadapannya, bukan suatu kebetulan semua itu tercipta, tapi aku yakin takdir ini telah tertulis jauh sebelum aku dilahirkan ke muka dunia…

Bersujud, memuja dan berdo’a dihadapannya, serasa bermanja dalam pelukan Ilaahi… setetes air mata tak terasa mengalir dan jatuh ke hamparan lantai marmer putih nan suci disekeliling Ka’bah… Hilang semua nafsu dunia yang melekat dalam jiwa, hanya satu harapan akhir nan bahagia dalam syurga bermandikan cahaya berteduh dalam naungan wajah Ilaahi yang maha Kaya lagi maha Perkasa...

Raudah’ yang indah dibawah atap Nabawi yang suci... bersimpuh sejenak disana serasa bercengkrama dalam taman syurga, wangi aroma jasad sang Rosul menembus menyejukkan kalbu, bershalawat, berdo’a dan memohon pada Alloh serta syafa’at agung di akherat kelak... Beranjak melangkah dihadapan bumi sang Rosul yang tegak perkasa serasa bertamu ke istana sang raja yang berdiri diantara dua sahabat yang setia dan gagah berani, andai saja aku bisa berjabat tangan dengan beliau, waaah! Alangkah indahnya... Aku iri pada Abu Bakar Siddik, aku iri pada Umar bin Khotob... andai saja aku hidup seperti mereka, berjuang, mengabdi dan berbakti pada sang Rosul... membangun Islam menegakkan Tauhid, membela dan menjaga dimanapun Rosul ada.... Yaa Alloh! Sampaikan salamku untuk beliau dan pertemukan aku dengan beliau meski hanya dalam mimpi...

yhadee, friday, 13 July 2007, 10:00 pm, madinah, saudi arabia

0 kata kamu: