hp'ku dirampas bapak askar

pagi itu hari kamis... saya pergi ke masjid nabawi untuk pertama kali dengan naik taksi sendiri, senang rasanya bisa datang berkunjung ke rumah Rosulalloh yang jadi panutan dan junjungan alam semesta, niat dalam hati ingin shalat di masjid nabawi yang pahalanya cukup besar dibanding masjid lain sekaligus berziarah ke makam beliau yang ada disana.

disepanjang jalan saya menoleh kiri kanan sambil bershalawat dan berharap masjid rosul itu segera nampak, setelah beberapa lama akhirnya saya sampai di perempatan lampu merah, berhenti sejenak dan bapak sopir bilang "haram" yang dia maksud "nabawi"...

saya bertanya dalam hati "ko! haram, ini kan madinah! bukannya nabawi!..." maklum, saya baru pertama kali kesana... he... saya nggak bertanya ke bapak sopir tentang maksud haram itu, tapi seketika saya ingat bahwa yang dimaksud haram itu berarti "mulia"...

lampu merah kembali hijau dan mobil bergerak sejenak sambil berjalan perlahan diantara barisan mobil lainnya, lalu bapak sopir itu bilang "haram" lagi untuk kedua kalinya sambil menunjuk ke arah masjid nabawi yang sudah nampak dibalik bangunan tinggi disekitar masjid, hatiku berdebar seketika melihat wajah masjid nabawi yang indah berhiaskan menara yang menjulang tinggi. turun dari taxi dan ingin hati bergegas masuk ke masjid rosul yang megah itu, namun perut memaksaku berhenti sejenak untuk membeli sepotong makanan kecil sebagai pengganjal perut yang mulai berbunyi (bedug kali bunyi!...)...

setelah lima menit, segera saya bergegas dan masuk ke tempat wudhu untuk membersihkan diri dan masuk ke masjid, sedang tas kutinggal dibawah tiang masjid bagian depan, kumasuk masjid sambil berdoa dan bershalawat untuk rosul, satu langkah, dua langkah dan beberapa puluhan langkah tak hentinya saya panjatkan doa dan sholawat sampai akhirnya saya sampai pada bagian depan masjid yang disana terdapat makam rosul dan dua sahabat serta raudah (taman surga) yang ada diantara mimbar dan makam beliau itu.

dibelakang mimbar rosul, saya memulai dengan shalat tahiyatul masjid dan kemudian beranjak menuju makam rosul yang ramai dikerumuni para jema'ah, hati ikhlas meski harus berbaris antri dibelakang barisan panjang orang yang berziarah disana, setelah beberapa lama antri, akhirnya saya perlahan sampai di depan pintu makam beliau yang berhiaskan nama beliau berbalut warna emas dan dijaga oleh beberapa bapak askar yang berdiri kekar, hati makin berdebar melihat wajah makam beliau yang meski tampak sedikit gelap diantara celah pintu makam... kupanjatkan shalawat lagi untuk beliau dan dua sahabat (abu bakar dan umar) yang ada disamping beliau...

hanya beberapa menit saya disitu dan harus bergerak maju bergantian dengan jemaah lain yang ada dibelakang, saya mencoba berbalik arah dan berdiri dibalik dinding masjid bagian depan searah dengan pintu makam beliau itu dan memanjatkan doa kearah kiblat masjid...

beberapa doa habis sudah kubaca dan saya kembali ke tempat wudhu untuk membersihkan diri "udah batal...", jarak antara tempat wudhu dan bagian depan masjid emang lumayan jauh, "euuu kurang lebih berapa ya! nggak saya hitung nih!..." tapi dengan keikhlasan hati saya rela berjalan menyusuri sepanjang masjid meski hanya untuk mengambil wudhu, kaki lelah dan sedikit sakit tidaklah kurasa demi niat baik dan kecintaanku kepada beliau...

sehabis wudhu saya kembali kedalam masjid dan berniat masuk ke raudah (taman surga) yang saat itu masih ditutup sebagai jatah kaum akhwat yang sedang berdoa di raudah... cukup lama saya berdiri menunggu diantara himpitan para jemaah dan akhirnya tirai penutup raudah dibuka beberapa saat menuju masuk waktu dzuhur... semua orang berlari dan berebut untuk bisa masuk dan duduk di area raudah yang beralaskan karpet berwarna hijau, sayapun ikut-ikutan berlari dan alhamdulillah dapat tempat yang cukup strategis disamping dinding rumah rosul yang juga dijaga oleh seorang cleaning service berbangsakan bangladesh "bukan amita bachan namanya!...", strategis emang iya tapi saya duduk disamping anak kecil yang nggak tau dari bangsa mana dia, tadinya saya pengen berdoa khusyu disana, tapi anak kecil itu nggak henti-hentinya ngomong sama bapakya yang saya sendiri juga nggak tau dia ngomong apa!... "bisa diem nggak sih!..." eeh! dia nggak denger!, ya iya lah! orang saya ngomongnya dalam hati!...

suara anak kecil itu emang menggangu banget! tapi saya coba mengalihkan perhatian untuk tetap khusyu berdoa, tapi tetap aja saya nggak bisa konsen, orang kaki si anak kecil itu membentur-bentur kaki saya... deuk! deuk!... hei men! what are u doing?... cuma dalam hati juga!....

setelah sholat dzuha dan beberapa doa kubaca, kembali perut bikin saya batal dan mengharuskan saya keluar dari area raudah yang cukup susah untuk bisa duduk disana "kalo bukan milik mah!", tadinya saya pengen duduk disana sampai menjelang sholat dzuhur dan berjamaah diarea itu, tapi da harus gimana? saya harus ngambil wudzu lagi... "jalan kaki lagi dech!"...

adzan dzuhur mulai berkumandang dan saya bergegas masuk lagi kemasjid yang sudah penuh dengan jamaah yang bersiap untuk shalat dzuhur berjamaah, saya hanya kebagian tempat dibawah payung masjid nabawi yang ada dibagian tengah masjid yang tak beratap, sedikit panas sih disitu tapi mau nyari tempat dimana lagi da emang disitu tempat paling depan yang tersisa... empat rakaat selesai sudah dan para jemaah bergerak pergi ke tujuannya masing-masing, ada yang keluar dan ada yang beranjak menuju makam rosul... saya sendiri bergerak kesana untuk kembali melihat makam sang rosul sebelum saya meninggalkan madinah!...

kembali saya ngantri diantara para jamaah yang berbaris panjang untuk berziarah ke makam rosul, disini masalah mulai muncul, saya mencoba mengambil gambar objek-objek penting dalam masjid nabawi yang cukup berharga untuk saya simpan dalam memory ponsel yang saya bawa, raudah dan mimbar rosul saya photo meski tangan saya terhimpit punggung dan bahu para jamaah yang badannya besar-besar, ponsel tetap saya pegang dan saya berniat untuk mengambil gambar makam rosul yang dijaga ketat para bapak askar... heeu serem juga!... tapi saya coba nekat dan mencoba mengambil photo bagian depan pintu makam rosul yang jaraknya kurang lebih dua meter diantara pagar pembatas untuk jamaah, perlahan saya bergerak maju mendekati pintu makam rosul dan ponsel tetap saya pegang di tangan sebelah kiri searah makam rosul, ponsel sudah siap untuk mengambil gambar dan tiba-tiba saja ada tangan yang merampas ponselku dari belakang, kaget juga saya saat itu dan ternyata yang ngambil ponselku itu bapak askar yang menjaga disisi dinding masjid bagian depan... dia langsung menarik tanganku dan menginterogasiku diantara kerumunan para jamaah dan dia bilang "inta indonisi?..." tanpa huruf a' kalo orang arab ngomong!... saya cuma bisa bilang "ayoa! ana bas!... euuu!" nggak bisa saya lanjutin, maklum saya belum tau banyak dengan bahasa arab... tapi lumayan juga saya bisa jawab pertanyaan dia dan untungnya bapak askar itu masih muda dan nggak galak-galak banget... dia nggak nanya banyak dan hanya beberapa menit lalu dia balikin tu ponsel... alhamdulilaah!... kalo aja ponselku sampe dia ambil, heeuh! nangis deh saya!... nggak denx!...

selesai sudah masalah yang satu itu dan saya memutuskan untuk pulang meninggalkan masjid nabawi... masalah baru muncul lagi saat saya keluar dari pintu masjid, "sandalku jauh nih!..." sandal kutaruh dibagian depan pintu utama masjid nabawi yang jaraknya lumayan jauh dan harus memutari masjid dibawah teriknya panas matahari, pertama memang berjalan nyaman meski tidak memakai sandal coz halaman masjid berlantaikan marmer yang tetap dingin meski dipanggang dibawah panas matahari berjam-jam, tapi tidak semua lantai masjid itu berlapiskan marmer, ada bagian area halaman masjid yang hanya berlapiskan semen hitam yang panas banget apalagi saat terik matahari, satu, dua langkah saya masih kuat berjalan diatas lantai berlapis semen yang panas itu tanpa sandal, tapi langkah ketiga, keempat, kaki saya mulai terbakar dan nggak kuat lagi menahan panasnya lantai semen itu... saya coba berlari diantara para jemaah yang nyantai-nyantai aja tuh berlalu lalang disekeliling halaman masjid "ya iya lah! mereka mah pake sandal!..." sambil berlari saya beristighfar "astaghfirullaahal adhiiim... saya punya dosa apa yach!...", saya terus berlari sambil terus membaca istighfar dan alhamdulillah pertolongan Alloh datang dengan perantara seorang bapak askar yang mengendarai mobil kecil penyapu lantai halaman masjid, lalu dia memanggilku "yaa sayid!..." heeu... dia manggil saya tuan!, dia mendekat dan memberiku sepasang sandal jepit baru yang masih dibungkus plastik, tanpa bertanya dulu saya langsung ambil tu sandal jepit dan langsung saya pake... dia langsung pergi dan saya hanya bisa bilang "syukron!... pak askar..." mudah-mudahan Alloh membalas kebaikan bapak yach!...

sambil berjalan lega saya mengucap syukur "alhamdulilaahi robbil'aalamiin..." puji syukur kehadirat Alloh yang telah nyata memberiku pertolongan... sampai akhirnya saya temukan kembali sandal yang saya simpan dibagian depan pintu utama masjid nabawi dan kemudian saya pulang meninggalkan madinah...

uudah deh ceritanya!...

"Bilakah datangnya pertolongan Alloh?... ingatlah, sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat..."(QS.Al-Baqaraah:214)

1 kata kamu:

Anonim mengatakan...

wahhh seruuu ! :D